Atlet Game Mobile Berprestasi dan Bermasalah

Atlet Game Mobile Berprestasi dan Bermasalah

July 28, 2020

Bergabung bersama dengan tim esports merupakan dambaan bagi para atlet game mobile. Tidak hanya berkesempatan untuk bertanding dengan atlet game dunia lainnya, kemenangan yang mereka raih dapat mendatangkan pundi-pundi rupiah. Dengan keuntungan yang diperoleh, tak mengherankan jika ada banyak pihak yang berminat sebagai seorang atlet game. Dalam pertandingan game esports, ada beberapa jenis game mobile yang dipertandingkan seperti Mobile Legends: Bang Bang, Dota 2, Arena Valor dan StarCraft II.

Pada tahun 2019 lalu, ada 21 orang atlet yang memamerkan kebolehannya dalam bermain game mobile. Para atlet tersebut bergabung untuk berhadapan dengan atlet dunia lainnya di pertandingan Sea Games. Para atlet yang bergabung dengan pertandingan dunia tersebut tentunya merupakan atlet-atlet yang berprestasi. Atlet ini merupakan hasil penyaringan dari pemain game mobile lainnya. Untuk mengathui beberapa data pemain yang di coret lainnya, bisa anda lihat di situs data sgp berikut ini. Tentunya sangat berpengaruh besar bagi setiap tim jika salah satu pemainnya sampai terkena sanksi oleh panitia atas kecurangan yang mereka lakukan.

Atlet Game Mobile Berprestasi

Atlet Game Mobile Berprestasi dan Bermasalah

Para atlet Indonesia yang bertanding di Sea Games merupakan atlet terbaik yang dimiliki oleh bangsa. Pada pertandingan esports Mobile Legends: Bang Bang, ada enam orang atlet yang akan diterjunkan. Jika Anda mendengar keenam nama atlet tersebut, Anda tentunya tidak merasa asing lagi. Hal tersebut dapat terjadi akibat kepiawaian dan ketenaran mereka dalam bermain Mobile Legends. Untuk mengetahui keenam nama atlet berprestasi tersebut, simak nama-nama atlet Mobile Legends di bawah ini:

  1. Gustian, “Rekt”
  2. Teguh Iman Firdaus, “Psychoo”
  3. Muhammad Ridwan, “Wann”
  4. Andriand Larsen, “Drian”
  5. Eko Julianto, “Oura”
  6. Yurino Putra, “Donkey”

Selain Mobile Legends, Arena Valor menjadi nama game yang dipertandingkan di Sea Games 2019. Tim yang akan diterjunkan pada kategori game Arena Valor terdiri dari 5 orang atlet. Atlet game mobile ini telah banyak memenangkan pertandingan dunia lainnya. Di bawah ini merupakan nama atlet tanah air yang bertanding di game Arena Valor:

  1. Gilang Dwi Fallah, “LLAF”
  2. Farhan Akbari, “Hanss”
  3. Hartanto, “Pokka”
  4. Satria Adi Wiratama, “ Wiraww”
  5. Hartawan Muliadi, “WyvorZ”

Atlet game berprestasi lainnya dapat Anda temukan pada kategori Dota 2. PG BarracX merupakan tim yang turut serta di dalam pertandingan Sea Games. Tim tersebut merupakan tim terkenal yang bermain game Dota 2. Untuk mengetahui atlet yang bergabung pada tim ini, simak nama-nama atlet yang bergabung di dalamnya:

  1. Tri Kuncoro
  2. Muhammad Luthfi
  3. Kevin Manuel Johan
  4. Felix Rodeardo
  5. Fahmi Choirul

Atlet Game Esports Bermasalah

atlet game mobile

Nama-nama atlet game yang disebutkan di atas merupakan nama atlet yang berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. Meskipun ada nama atlet game mobile yang berprestasi, ada pula nama atlet yang jatuh dalam masalah. Masalah yang dihadapi oleh para atlet ini berasal dari tindakan yang mereka lakukan sendiri. Untuk mengetahui nama atlet game esports yang bermasalah, simak ulasannya di bawah ini.

Bima Fauzan atau Cupaw merupakan salah satu nama atlet esports yang melakukan pelanggaran kontrak. Atlet yang bergabung dengan tim WAW Esports ini diketahui bergabung dengan tim lainnya ketika mengikuti turnamen PUBG Mobile. Dengan tindakan yang dilakukannya, Bima dinilai tidak loyal terhadap tim yang selama ini dinaunginya. Gaji menjadi alasan mengapa sang atlet melakukan pelanggaran kontrak.

Dalam ajang esports, taunting menjadi sebuah tindakan yang wajar. Dengan saling memberikan sticker atau bertindak seolah-olah recall ketika kompetisi sedang berlangsung menjadi hal yang ditunggu oleh para penonton. Meskipun demikian, taunting merupakan tindakan yang tidak baik pada beberapa waktu yang lalu. Atlet esports yang melakukan taunting akan mendapatkan hukuman atau celaan dari atlet lainnya. Kondisi ini dialami oleh Gerald Bellarmino. Gerald mendapatkan sanksi berupa potong gaji pada saat itu.

Owen Butterfield menjadi nama atlet esports yang namanya masuk ke dalam jajaran nama atlet esports bermasalah.  Hasutan yang ia lakukan kepada atlet lainnya agar tidak bergabung dengan tim yang pernah ia ikuti membuat karirnya sebagai atlet esports bermasalah. Tindakan tercela yang dilakukan oleh Owen disebabkan kontrak yang tidak jelas dan pemotongan gaji dalam jumlah besar. Ditambah dengan harga buyout sang atlet yang terlalu tinggi, Owen kesulitan untuk berpindah tim. Kesulitan berpindah tim semakin tinggi karena tabiat buruk yang dimiliki oleh sang atlet game esports.

Tahun 2019 menjadi tahun buruk bagi Ng Wai Chung. Pada tahun tersebut, sang atlet dilarang untuk mengikuti turnamen Blizzard selama 1 tahun lamanya. Pelarangan yang menimpanya terjadi akibat aksi sang atlet yang memberikan dukungan akan kondisi Hong Kong. Dukungan yang dia serukan terjadi ketika wawancara pasca turnamen. Pada saat wawancara, Wai Chung mengenakan atribut yang berkaitan dengan dukungannya terhadap Hong Kong. Tidak hanya dilarang mengikuti pertandingan, sanksi yang akan dihadapkan oleh sang atlet adalah penghapusan uang hadiah.